Microsoft
Word atau Microsoft Office Word adalah perangkat lunak pengolah
kata (word processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem
operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft
Windows (1989). Setelah menjadi bagian dari Microsoft
Office System 2003 dan 2007 diberi nama Microsoft
Office Word.
Sebagaimana yang kita ketahui, MS WORD
dipergunakan untuk membantu pembuatan dokumen berupa laporan ataupun makalah.
Namun, adakalanya kita lupa memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada
dalam MS WORD, padahal dengan memanfaatkan fasilitas tersebut dapat membantu
mempercepat pembuatan dokumen. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk
mengingatkan kembali (terutama untuk saya pribadi) berbagai fasilitas yang ada
dalam MS WORD.
1.
Jenis huruf
Agar dokumen yang dihasilkan tidak terlalu banyak
mengalami editing dalam masalah “font”, sebaiknya tentukan dulu default font
yang akan dipergunakan. (Menu Home+ Font)
2. Pembuatan Numbering
Biasanya, pembuatan suatu dokumen mengacu kepada
peraturan tertentu dalam pembuatan dokumen (misal Bab I Pendahuluan, Bab II
Tinjauan Pustaka). Oleh karena itu, harus didefinisikan terlebih dahulu
mengenai numbering yang sesuai dengan peraturan pembuatan suatu dokumen.
3. Pembuatan
Outline
Biasakan bekerja dengan dokumen view berupa
Outline. (Menu View + Document Views + Outline). Hal ini akan memudahkan kita
untuk membuat poin-poin penting yang akan dituangkan dalam dokumen. Pembuatan
dokumen dalam bentuk outline, minimal sampai dengan level 3. Ada kalanya pada
saat perpindahan dari level 1 ke level 2 kita diharuskan untuk mengubah list
level (Menu home+ Multiple List+Change List Level)
4. Pemakaian
Break Section
Biasanya dalam suatu dokumen terdapat
perbedaan jenis penomoran halaman untuk tiap section (misalnya : halaman sampul
biasanya tidak ada nomor halaman, Kata Pengantar & Daftar Isi & Daftar
Tabel diberi nomor halaman jenis “i, ii, iii,…” , Bab I dst diberi nomor
jenis “1,2,3…”) Oleh karena itu untuk setiap pergantian jenis halaman tersebut
diberikan break section. ( Menu Page Layout +Break +Next Page).
5.
Penomoran Halaman
Seperti yang telah disebut pada poin 4, maka
penomoran halaman akan menggunakan fasilitas break section. Setiap section
diberi nomor halaman seperti yang dikehendaki ( Menu insert + Page Number +
Format Page Number + Page numbering + start at … kemudian pilih letak nomor
halaman bottom atau top of page) khusus halaman sampul, biasanya tidak ada
nomor halaman, oleh karena itu header/footer nya perlu diedit (Menu insert +
header/footer + edit header/footer + Design + pilih different first page)
6. Pembuatan
Daftar Tabel
Tabel/Gambar/Bagan yang dibuat diusahakan diberi
caption yang terdiri dari judul bab dan nomor gambar. (Menu References + insert
Caption… pada option pilih label yang diinginkan, hilangkan tanda centang pada
exclude label from caption). Untuk pembuatan daftar tabel/gambar/bagan maka
pilih menu references + insert table of figures) maka daftar tabel dapat muncul
secara otomatis. Apabila ada perubahan posisi halaman pada tabel/gambar/bagan,
maka daftar tabel tinggal diklik kanan pilih update field.
7.
Pembuatan Daftar Isi
Pembuatan daftar isi secara otomatis adalah dengan
memilih references + table of contents. Apabila ada perubahan dalam letak
halaman maka daftar isi tinggal di update (sama seperti update daftar tabel)
8. Editing
dengan Document Map
Agar editing yang dilakukan dapat dilakukan dengan
cepat maka dapat memanfaatkan fasilitas document map (Menu View + document
map). Dengan fasilitas ini, perpindahan halaman yang akan diedit dapat
berlangsung lebih cepat)
Oleh : Ida Farida Susilawati
Sumber : Internet dan sumber lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar